Jumat, 28 Januari 2022

UJIAN AKHIR SEMESTER 2019111010 ADHAM NURSINGGIH SUJARWO

KEWIRAUSAHAAN


1.  Pengertian konsep AIDAS adalah sebagai berikut:

a.  Attention atau Tahapan Perhatian yang merupakan tahap dimana kita akan membuat para konsumen memiliki kesadaran dan juga keberadaan dari produk yang kita miliki, baik dengan cara menggunakan media sosial media, cetak dan sebagainya.

b.  Interest atau Tahapan Ketertarikan yang dalam hal ini perusahaan akan menarik perhatian yang dimiliki oleh konsumen untuk dapat menarik minat dari pembelinya.

c.   Desire atau Tahapan Berhasrat yang merupakan tahapan dalam memberikan penawaran yang dimana tidak akan dapat ditolak bagi sang konsumen yang dimana akan memiliki sebuah keinginan dan juga hasrat dalam membeli produk yang kita tawarkan.

d.  Action atau Tindakan yang dimana tahap ini membuat konsumen akan membeli produk yang kita tawarkan.

e.     Satisfaction atau Kepuasan yang dimana bagian akhir yang memebuat konsumen menjadi puas dengan produk yang kita miliki dan pada akhirnya kita akan membeli produk yang telah kita buat dan tawarkan.

Model AIDAS dianggap sangatlah wajib untuk diketahui bagi setiap marketer yang dimana akan digunakan dalam memberikan pemahan dengan pola pikir dari seorang pelanggan dari sebuah produk sehingga kita akan mampu memahami konsumen kita dengan baik dan juga akan dapat kita pastikan bahwa kita akan menciptakan sebuah strategi yang dianggap tepat dalam melakukan bisnis.


2. Berikut adalah marketing plan yang akan saya rintis

a.     Konsep Usaha

Usaha berkonsep street food dengan menggunakan truk sebagai tempat berjualan atau kiosnya. Jenis makanan yang dijual yaitu camilan berat seperti burger, hot dog, roti bakar, sosis bakar dan sebagainya. Truk akan berkeliling ke tempat-tempat keramaian seperti sekolah, perkantoran, perumahan dan mall hingga jam 3 sore setelah itu mangkal di pusat kota hingga jam 8 malam. Harga jual produk bervariasi tergantung dari jenis dan variannya dengan rentang harga antara Rp. 10 ribu hingga Rp. 20 ribu.

b.     Strategi Pemasaran

·       Riset pemasaran

Riset pemasaran dilakukan supaya minat pasar, kompetitor dan distributor bisa diketahui dengan pasti. Riset juga dilakukan untuk menentukan lokasi berjualan yang paling strategis dan prospektif.

·       Branding Produk

Diskusi dengan tim dan pihak terkait untuk menentukan bagaimana kemasan dan tampilan pada usaha makanan ini termasuk mempelajari apa yang dibutuhkan supaya konsumen selalu mengingat produk food truck “Endemoi” dibandingkan milik kompetitor.

·       Soft Opening

Kegiatan soft opening dilakukan seminggu sebelum dilakukannya pembukaan resmi atau grand opening. Tujuannya supaya masyarakat mengenal usaha food truck “Endesmoi”. Selama masa soft opening akan diberikan voucher makan bagi konsumen yang datang antara jam 12 siang hingga jam 3 sore.

·       Media Sosial

Pembuatan akun media sosial untuk memperkenalkan usaha kepada masyarakat yang lebih luas. Platform yang digunakan yaitu FB, IG, Youtube dan TikTok. Akun media sosial akan diisi dengan konten berupa artikel, foto dan video.

·       Promosi

Promo diberikan dalam bentuk diskon setiap pembelian 2 porsi item tertentu. Promo lainnya berupa voucher makan 50% bagi konsumen yang datang selama masa soft opening.

·       Biaya Pemasaran

Adapun rincian biaya untuk kegiatan pemasaran food truck “Endesmoi” adalah :

Riset pasar 

Rp.    500.000

Branding produk 

Rp. 1.500.000

Soft opening 

Rp. 2.000.000

Promo media sosial 

Rp.    300.000

TOTAL

Rp. 4.300.000

·       Target Pemasaran

Target yang ingin dicapai yaitu menciptakan tren baru usaha makanan kekinian konsumen mudah menjangkau makanan disaat lapar dengan membeli makanan di food truck ”Endosmoi” Menjual produk minimal sebanyak 50 porsi setiap harinya.

·       Biaya Lainnya

Selain biaya untuk pemasaran, usaha ini juga membutuhkan biaya modal lainnya yaitu:

Sewa truk/ bulan         

Rp.  2.000.000

Sewa alat masak/ bulan 

Rp.  1.000.000

BBM/ bulan

Rp.  1.500.000

Gaji karyawan 

Rp.   4.000.000

TOTAL

Rp.   7.000.000









3.  Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 pasal 5:

a.    Memiliki kekayaan bersih paling hanyak Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

b.     Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. l .000.000.000,­ (satu milyar rupiah);

c.     Milik Warga Negara Indonesia;

d.     Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar;

e.   Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.


4.   Budaya sebuah organisasi (perusahaan) merupakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu organisasi, menjadi dasar berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh komponen organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi. Budaya perusahaan dapat di gunakan sebagai dorongan yang efektif dalam mencapai visi perusahaan. Sebuah perusahaan harus memiliki prinsip dan nilai-nilai kehidupan organisasi yang menyatukan perilaku individu dengan perilaku kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Prinsip dan nilai-nilai organisasi bertujuan untuk mendorong suatu organisasi agar mampu menghadapi tantangan dan mencapai tujuan, misi dan visi perusahaan dengan maksimal. Budaya perusahaan yang efektif dapat menyatukan cara berpikir, berperilaku dan bertindak seluruh komponen perusahaan. Dengan budaya yang baik dan efektif dapat memudahkan  penetapan dan implementasi visi, misi dan strategi dalam perusahaan. Budaya yang efektif mampu mempererat kerjasama dalam tim serta menghilangkan gep-gep internal yang timbul. Pembentukan budaya perusahaan yang baik, yang paling menentukan adalah orang-orang didalamnya. Sebaik apapun aturan atau sistem di buat, tanpa ada keinginan dari manusia untuk berubah ke arah yang lebih baik, semuanya menjadi sia-sia.


5.   Salah satu factor terbesarnya yaitu karena ritel tersebut tidak mampu bersaing dan tidak mau mencari strategi untuk memenangkan persaingan, berikut penjelasan lebih lengkapnya.

a.     Tidak mampu menangkap kebutuhan konsumen, sehingga perusahaan dapat memberikan layanan atau produk yang diterima pasar

b.  Terlalu fokus pada pengembangan produk, sehingga perusahaan dapat melupakan kebutuhan konsumen. Perusahaan yang terlalu fokus pada pengembangan produk akan kehilangan kepekaan terhadap apa yang terjadi di dalam perusahaan, situasi di luar, dan lain sebagainya.

c.  Mengalami ketakutan yang berlebihan, seperti takut bangkrut, takut rugi, takut tidak dapat melayani konsumen, takut pada ketidakmampuan mengatasi masalah, dan lainnya. sebenarnya ketakutan tersebut wajar. Namun, apabila ketakutan tersebut telah melebihi batas normal, maka kondisi tersebut harus diwaspadai karena akan menghambat kinerja perusahaan dan membawa kehancuran.

d.   Berhenti untuk melakukan inovasi dalam berbisnis. Inovasi penting untuk dilakukan oleh setiap pengusaha atau pebisnis. Karena tanpa melakukan inovasi, produk-produk yang dijual lama kelamaan akan membosankan bagi masyarakat yang menjadi target pasar.

e.  Kurang mengamati pergerakan kompetitor atau pesaing, sehingga akan menyebabkan sebuah perusahaan kalah bersaing dan tertinggal jauh di belakang. Sebuah perusahaan harus selalu memperhatikan langkah-langkah yang dilakukan oleh kompetitor.

f.     Menetapkan harga yang terlalu mahal. Memang ada beberapa orang percaya bahwa harga mahal akan membuat produk sebuah perusahaan tampak lebih bagus dan lebih mewah dari aslinya. Namun, bagaimana jadinya jika ada perusahaan baru yang mengeluarkan produk mirip dengan barang perusahaan dan menjualnya jauh lebih murah. Maka kemungkinan perusahaan akan ditinggal konsumen.

g.     Penyebab perusahaan bangkrut lainnya seperti terlilit utang, ekspansi yang berlebihan, penipuan yang dilakukan CEO, kesalahan manajemen perusahaan, pengeluaran tidak terkendali, dan masih banyak lagi.

h.  Tidak bisa beradaptasi dengan trend pada masanya, Sekarang maraknya pemesanan barang melalui aplikasi, tetapi Giant tidak memanfaatkan peluang dan tidak mampu membaca apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen


6.    Berikut adalah startegi yang dapat dilakukan.

a.     Memulai sistem delivery.

Apa bisnis kita sudah memiliki system pemesanan online dan delivery sendiri? Jika masih belum, kini saat yang tepat untuk memulai! Regulasi yang terus berubah terkait operasi bisnis, terutama jam operasional toko fisik selama PPKM, memperkecil peluang untuk mendapat revenue dari penjualan offline. Terlebih lagi, pelanggan semakin enggan berbelanja di luar rumah.

b.     Memberikan reward digital untuk meningkatkan loyalty.

Untungnya, reward digital bermanfaat untuk pelanggan baru maupun lama, aktif maupun non-aktif. Siapa yang dapat menolak rewardReward adalah pendorong agar pelanggan terus kembali pada bisnis Anda. Terlebih lagi, dengan proses yang mulus dan digital, Anda bisa memantau pengiriman dan pemakaian reward, serta menjangkau dan mengingatkan pelanggan untuk menggunakannya kapanpun.

c.     Membuat sales channel baru.

Banyak bisnis tengah berpindah ke channel online untuk meningkatkan penjualan. Memang ini ide yang bagus, namun kini pasar online semakin dipenuhi berbagai produk dan jasa dari banyak brand, termasuk kompetitor Anda. Anda dapat selangkah lebih maju dengan membuat sales channel sendiri, dimana pelanggan dapat mengakses produk atau jasa Anda tanpa adanya kompetitor


Tidak ada komentar:

Posting Komentar