KEWIRAUSAHAAN
1. Pengertian konsep AIDAS adalah sebagai berikut:
a. Attention atau Tahapan Perhatian yang merupakan tahap dimana kita akan membuat para konsumen memiliki kesadaran dan juga keberadaan dari produk yang kita miliki, baik dengan cara menggunakan media sosial media, cetak dan sebagainya.
b. Interest atau Tahapan Ketertarikan yang dalam hal ini
perusahaan akan menarik perhatian yang dimiliki oleh konsumen untuk dapat
menarik minat dari pembelinya.
c. Desire atau Tahapan Berhasrat yang merupakan tahapan dalam memberikan penawaran
yang dimana tidak akan dapat ditolak bagi sang konsumen yang dimana akan
memiliki sebuah keinginan dan juga hasrat dalam membeli produk yang kita
tawarkan.
d. Action atau Tindakan yang dimana tahap ini membuat konsumen akan membeli
produk yang kita tawarkan.
e.
Satisfaction atau Kepuasan yang dimana bagian akhir yang memebuat
konsumen menjadi puas dengan produk yang kita miliki dan pada akhirnya kita
akan membeli produk yang telah kita buat dan tawarkan.
Model AIDAS dianggap sangatlah wajib untuk diketahui bagi setiap marketer yang dimana akan digunakan dalam memberikan pemahan dengan pola pikir dari seorang pelanggan dari sebuah produk sehingga kita akan mampu memahami konsumen kita dengan baik dan juga akan dapat kita pastikan bahwa kita akan menciptakan sebuah strategi yang dianggap tepat dalam melakukan bisnis.
2. Berikut adalah marketing plan yang akan saya rintis
a.
Konsep Usaha
Usaha
berkonsep street food dengan menggunakan truk sebagai tempat
berjualan atau kiosnya. Jenis makanan yang dijual yaitu camilan berat seperti
burger, hot dog, roti bakar, sosis bakar dan sebagainya. Truk akan berkeliling
ke tempat-tempat keramaian seperti sekolah, perkantoran, perumahan dan mall
hingga jam 3 sore setelah itu mangkal di pusat kota hingga jam 8 malam. Harga
jual produk bervariasi tergantung dari jenis dan variannya dengan rentang harga
antara Rp. 10 ribu hingga Rp. 20 ribu.
b.
Strategi Pemasaran
·
Riset pemasaran
Riset pemasaran
dilakukan supaya minat pasar, kompetitor dan distributor bisa diketahui dengan
pasti. Riset juga dilakukan untuk menentukan lokasi berjualan yang paling
strategis dan prospektif.
·
Branding Produk
Diskusi dengan tim
dan pihak terkait untuk menentukan bagaimana kemasan dan tampilan pada usaha
makanan ini termasuk mempelajari apa yang dibutuhkan supaya konsumen selalu
mengingat produk food truck “Endemoi” dibandingkan milik kompetitor.
·
Soft Opening
Kegiatan soft
opening dilakukan seminggu sebelum dilakukannya pembukaan resmi atau grand
opening. Tujuannya supaya masyarakat mengenal usaha food truck “Endesmoi”.
Selama masa soft opening akan diberikan voucher makan bagi konsumen
yang datang antara jam 12 siang hingga jam 3 sore.
·
Media Sosial
Pembuatan akun
media sosial untuk memperkenalkan usaha kepada masyarakat yang lebih luas.
Platform yang digunakan yaitu FB, IG, Youtube dan TikTok. Akun media sosial
akan diisi dengan konten berupa artikel, foto dan video.
·
Promosi
Promo diberikan
dalam bentuk diskon setiap pembelian 2 porsi item tertentu. Promo lainnya
berupa voucher makan 50% bagi konsumen yang datang selama masa soft
opening.
·
Biaya Pemasaran
Adapun rincian
biaya untuk kegiatan pemasaran food truck “Endesmoi” adalah :
|
Riset pasar |
Rp.
500.000 |
|
Branding produk |
Rp. 1.500.000 |
|
Soft opening |
Rp. 2.000.000 |
|
Promo media sosial |
Rp.
300.000 |
|
TOTAL |
Rp. 4.300.000 |
·
Target Pemasaran
Target yang ingin
dicapai yaitu menciptakan tren baru usaha makanan kekinian konsumen mudah
menjangkau makanan disaat lapar dengan membeli makanan di food truck ”Endosmoi”
Menjual produk minimal sebanyak 50 porsi setiap harinya.
·
Biaya Lainnya
Selain biaya untuk
pemasaran, usaha ini juga membutuhkan biaya modal lainnya yaitu:
|
Sewa
truk/ bulan |
Rp.
2.000.000 |
|
Sewa
alat masak/ bulan |
Rp.
1.000.000 |
|
BBM/
bulan |
Rp.
1.500.000 |
|
Gaji
karyawan |
Rp.
4.000.000 |
|
TOTAL |
Rp. 7.000.000 |
3. Kriteria usaha kecil menurut
UU No. 9 tahun 1995 pasal 5:
a. Memiliki kekayaan bersih paling hanyak Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha; atau
b.
Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.
l .000.000.000, (satu milyar rupiah);
c.
Milik Warga Negara Indonesia;
d.
Berdiri sendiri, bukan merupakan
anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau
berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau
Usaha Besar;
e. Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
4. Budaya sebuah organisasi (perusahaan)
merupakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu organisasi,
menjadi dasar berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh komponen
organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi. Budaya perusahaan
dapat di gunakan sebagai dorongan yang efektif dalam mencapai visi perusahaan.
Sebuah perusahaan harus memiliki prinsip dan nilai-nilai kehidupan organisasi
yang menyatukan perilaku individu dengan perilaku kerja yang dibutuhkan oleh
perusahaan. Prinsip dan nilai-nilai organisasi bertujuan untuk mendorong suatu
organisasi agar mampu menghadapi tantangan dan mencapai tujuan, misi dan visi
perusahaan dengan maksimal. Budaya perusahaan yang efektif dapat menyatukan
cara berpikir, berperilaku dan bertindak seluruh komponen perusahaan. Dengan
budaya yang baik dan efektif dapat memudahkan penetapan dan implementasi
visi, misi dan strategi dalam perusahaan. Budaya yang efektif mampu mempererat
kerjasama dalam tim serta menghilangkan gep-gep internal yang timbul.
Pembentukan budaya perusahaan yang baik, yang paling menentukan adalah
orang-orang didalamnya. Sebaik apapun aturan atau sistem di buat, tanpa ada
keinginan dari manusia untuk berubah ke arah yang lebih baik, semuanya menjadi
sia-sia.
5. Salah satu factor terbesarnya yaitu karena ritel tersebut tidak mampu
bersaing dan tidak mau mencari strategi untuk memenangkan persaingan, berikut
penjelasan lebih lengkapnya.
a.
Tidak mampu menangkap kebutuhan konsumen, sehingga perusahaan dapat
memberikan layanan atau produk yang diterima pasar
b. Terlalu fokus pada pengembangan produk, sehingga perusahaan dapat
melupakan kebutuhan konsumen. Perusahaan yang terlalu fokus pada pengembangan
produk akan kehilangan kepekaan terhadap apa yang terjadi di dalam perusahaan,
situasi di luar, dan lain sebagainya.
c. Mengalami ketakutan yang berlebihan, seperti takut bangkrut, takut rugi,
takut tidak dapat melayani konsumen, takut pada ketidakmampuan mengatasi
masalah, dan lainnya. sebenarnya ketakutan tersebut wajar. Namun, apabila
ketakutan tersebut telah melebihi batas normal, maka kondisi tersebut harus
diwaspadai karena akan menghambat kinerja perusahaan dan membawa kehancuran.
d. Berhenti untuk melakukan inovasi dalam berbisnis. Inovasi penting untuk
dilakukan oleh setiap pengusaha atau pebisnis. Karena tanpa melakukan inovasi,
produk-produk yang dijual lama kelamaan akan membosankan bagi masyarakat yang
menjadi target pasar.
e. Kurang mengamati pergerakan kompetitor atau pesaing, sehingga akan
menyebabkan sebuah perusahaan kalah bersaing dan tertinggal jauh di belakang.
Sebuah perusahaan harus selalu memperhatikan langkah-langkah yang dilakukan
oleh kompetitor.
f. Menetapkan harga yang terlalu mahal. Memang ada beberapa orang percaya
bahwa harga mahal akan membuat produk sebuah perusahaan tampak lebih bagus dan
lebih mewah dari aslinya. Namun, bagaimana jadinya jika ada perusahaan baru
yang mengeluarkan produk mirip dengan barang perusahaan dan menjualnya
jauh lebih murah. Maka kemungkinan perusahaan akan ditinggal konsumen.
g.
Penyebab perusahaan bangkrut lainnya seperti terlilit utang,
ekspansi yang berlebihan, penipuan yang dilakukan CEO, kesalahan manajemen
perusahaan, pengeluaran tidak terkendali, dan masih banyak lagi.
h. Tidak bisa beradaptasi dengan trend pada masanya, Sekarang maraknya pemesanan barang melalui aplikasi, tetapi Giant tidak memanfaatkan peluang dan tidak mampu membaca apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen
6.
Berikut adalah startegi yang dapat dilakukan.
a. Memulai sistem delivery.
Apa
bisnis kita sudah memiliki system pemesanan online dan delivery sendiri?
Jika masih belum, kini saat yang tepat untuk memulai! Regulasi yang terus
berubah terkait operasi bisnis, terutama jam operasional toko fisik selama
PPKM, memperkecil peluang untuk mendapat revenue dari
penjualan offline. Terlebih lagi, pelanggan semakin enggan
berbelanja di luar rumah.
b. Memberikan reward digital untuk meningkatkan loyalty.
Untungnya, reward digital bermanfaat untuk
pelanggan baru maupun lama, aktif maupun non-aktif. Siapa yang dapat
menolak reward? Reward adalah pendorong agar
pelanggan terus kembali pada bisnis Anda. Terlebih lagi, dengan proses yang
mulus dan digital, Anda bisa memantau pengiriman dan pemakaian reward,
serta menjangkau dan mengingatkan pelanggan untuk menggunakannya kapanpun.
c. Membuat sales
channel baru.
Banyak
bisnis tengah berpindah ke channel online untuk meningkatkan
penjualan. Memang ini ide yang bagus, namun kini pasar online semakin
dipenuhi berbagai produk dan jasa dari banyak brand, termasuk kompetitor
Anda. Anda dapat selangkah lebih maju dengan membuat sales
channel sendiri, dimana pelanggan dapat mengakses produk atau jasa
Anda tanpa adanya kompetitor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar